Lamaran Menuju Pernikahan

Lamaran Menuju Pernikahan

Menyadari pertemuan dalam ikatan pacaran adalah suatu hal yang menimbulkan dosa, beruntunglah orang-orang yang dalam proses menuju pernikahan hanya menjalankan ta’aruf. Sudah cukup lama status pacaran yang saya jalankan, sehigga saya harus memberanikan untuk ketahapan atau jenjang yang selanjutnya yaitu lamaran sebelum resepsi pernikahan, sebelum meberanikan diri untuk kejenjang lamaran saya dan pasangan hanya bisa berharap dan hanyaย  ngomong ngalor ngidul (bahasa bekasi hehehe) ya hanya bisa yang dilakukan seperti itu karena persiapan lahiriya belum memungkinkan.

Mungkin ini yang dinamakan niat baik pasti ada jalanya. Allah memberikan jalan untuk saya menuju kejenjang selanjutnya dengan kembali saya bergabung di excellent, selain persiapan batin yang perlu disiapka untuk ke jenjang lamaran dan pernikahan adalah persiapan lahiriya, dizaman yang semakin berkembang bukan hal yang sedikit untuk kebutuhan melaksanakan suatu lamaran dan pernikahan.

Karena hayalan atau harapan ini biasa atau sering kami bicarakan, sesekali harapan ini sampai ke orang tua masing-masing, ya bisa dikatakan saat itu kami sebagai perantara orang tua hehe, akhirnya ini menjadi keseriusan yang akhirnya harus di follow-up oleh orang tua.

Yang biasa omongan ini ngalor ngidul di bicarakan ber dua disaat bertemu ataupun melalui media telekomunikasi, tetapi disuatu ketika malam minggu tiba di bulan februari 2016, ya biasa dikatakan jadwal nglancong dah ๐Ÿ™‚ . Biasanya pembicaraan ini ngalor ngidul sekarang menjadi luar biasa, mulai keluar tampang grogi, tampang culun, saat orang tuanya calon ngomong serius tentang pernikahan, salah satu pembicaraanya “emang sudah siap untuk menikah” inilah yang harus dipersiapkan oleh seorang cowok saat ditanya apakah sudah siap untuk menjalankan pernikahan, dengan keyakinan saya menjawab siap ๐Ÿ™‚

Sebelum menikah tradisi lamaran sudah seperti menjadi kebutuhan, kalau di ibaratkan jual beli, wanita ini sedang proses tawar menawar jadi ga boleh ada yang nawar lg ya hehehe, jika kita sudah kenal dengan si wanita tetapi keluarga kita belum salah satunya adalah untuk memperkenalkan dan sekaligus untuk meminta izin menuju pernikahan, walaupun terkadang untuk waktu pernikahanya belum diumumkan saat lamaran.

Proses yang saya lakukan mungkin sama seperti lamaran pada umumnya, ada prosesi bawaan(Kue, Parsel Buah, dan ada juga kopi gula katanya karena dari jawa hehe). Biasanya dalam suatu acara lamaran di zaman sekarang setidanya membawa keluarga, RT dan RW, namun karena saya dan pasangan tinggal dalam satu wilayah 1 RT dan 1 RW maka orang tua harus mengaturnya harus membagi RT harus ada dimana dan RW harus ada dimana jangan sampai RT dan RW di belah menjadi dua hehe.

Karena saling kenal RT,RW dan yang lainnya maka prosesinyapun sering bahkan banyak candaan. Tetapi Alhamdulillh prosesi lamaran berjalan lancar pada tanggal 08-05-2016 dan akan dilanjutkan ketahapan pernikahan, Mudah-mudahan lancar dan kelak menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah ๐Ÿ™‚

Sampai jumpa di tulisan yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *