Taman Wisata Candi Borobudur

Hari ini setelah menempuh perjalanan cukup jauh dengan menggunakan alat transportasi trans jogja dan bus cemara tunggal akhirnya sampai di tempat wisata candi borobudur, tempat wisata yang menjadi tempat banyak orang yang ingin mengunjungi.

Masuk dalam perkarangan parkiran banyak penjual dagangan layaknya tempat wisata sebagaimana mestinya, cuacanya sangat panas dan dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menyewakan payung, jika kalian ingin ke sana silakan salah satu persiapanya adalah payung dan topi untuk dapat dipersiapkan.

Sebelum masuk ketempat tujuan candi borobudur silakan untuk membeli tiket masuk pada saat ini saya membeli 1 tiket dengan harga 40.000 untuk 1 orang, setelah tiket didapat silakan untuk menuju pintu masuk nanti akan ada pengecekan tas ingat jangan membawa makanan karena akan di sita sampai nanti kita pulang baru diberikan kembali, untuk pengambilan barang yang di sita tukarkan dengan label atau bukti dari petugas.

Berjalan menuju candinya sangat jauh karena saya membawa anak akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan kereta wisata dengan biaya 1 orang 7.500,- mendapatkan 1 tiket kereta dan 1 botol air mineral kecil, jika belum membeli air mineral jadikan air ini untuk persiapan naik ke atas candi karena cukup tinggi dan sangat panas, kereta wisata ini hanya mengantarkan pengunjung sampai pintu masuk candi borobudur saja.

Sampai didepan candi kami cukup bingun dengan kain yang biasa dipakai jika orang menyinggahi candi, ketika saya sampai disana sebagian ada yang pakai dan sebagian lagi ada yang tidak pakai, sebelum saya bertanya ada guide yang sedang memberikan arahan kepada wisatawan, untuk penghormatan dicandi harus memakai busana di bawah lutut jika memakai celana panjang tidak perlu memakai kain lagi.

Lagi-lagi butuh perjuangan untuk sampai diatas candi disaat trik matahari yang menyengat kulit tubuh ini semakin terasa panas, satu demi satu anak tangga kami lalui untuk sampai dipuncak candi, akhirnya sampai di atas candi dengan susah payah jika saya hanya naik dan sampai puncak saja dan tidak berfikir ngapain coba cuma naik ke atas candi saat panas dan tinggi pula, saya sampai tanya sama istri bisa ya ini candi berdiri kokoh padahal ini hanya batu-batu yang tersusun aja bisa di tapakan kaki kaki manusia cukup banyak ternyata saya dapat berfikit inilah salah satu kebesaran allah tanpa izin allah mustahil itu candi bias berdiri kokoh sampai hari ini.

Karena azan zuhur sudah berkumandang dan trik matahari semakin menyengat tubuh ini akhirnya kami putuskan untuk menyudahi pendakian candi ini dan kami kembali menapaki satu demi satu anak tangga candi untuk samapi di bawah candi dan dapat kembali melihat keindahan candi dalam jarak jauh.