Surat Suara Terakhir Prediksi Kami Gugur

Di bulan Agustus tahun ini ada 1 perlombaan yang di ikuti kurang lebih 36.988 ribu masyarakat, masyarakat begitu ingin berlomba-lomba agar jagoan masing-masing bisa menang. Perlombaan ini bukan seperti perlombaan 17 Agustus pada umumnya, di bulan ini tanggal 26 Agustus 2018 ada perlombaan yang menentukan makmur atau tidaknya suatu Desa dengan dana yang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu pemilihan Kepala Desa yang hasilnya berharap  bisa sesuai dan bisa tepat sasaran.

Pada pemilihan ini saya berkesempatan melihat lika-liku proses pemilihan lebih dekat, dari mulai banyak-nya masalah yang dilakuakn oleh panitia dan bagaimana cara penyelesaian yang dilakuakn oleh team calon.

Proses persiapan telah dilakukan oleh team pemenangan dari mulai Deklarasi Baka calon, Pendaftaran Calon, Pengambilan Nomor urut lalu dilanjutkan dengan Kampanye, semuanya saya ikuti dengan harapan jagoan yang saya usung jika terpilih bisa mensejahterakan masyarakat.

Setelah lika-liku perjalanan itu telah dilewati, samapi pada hari penantian yaitu hari pencoblosan tepat tanggal 26 agustus 2018.

Saya sebagai team dipercayakan untuk menjadi saksi pintu dan saksi penghitungan,  pukul 06:30 saya sudah bersiap di arena perlombaan untuk menjalankan tugas yang diberikan, bukan saya dan semua team saja yang sudah siap dilokasi, tetapi banyak masyarakat juga sudah antri di pintu masuk untuk menunaikan hak dan keawibannya padahal pemilihan belum dimulai.

Apresiasi untuk masyarakat yang sangat antusias memilih calon kepala desa, mereka siap mengantri untuk dapat masuk kedalam tempat pemilihan, sebelum masuk surat undangan yang dimiliki di cek terlebih dahulu oleh panitia, jika sudah sesuai maka mereka di perkenankan untuk mendapatkan surat suara, yang selanjutnya bisa di coblos dan setelah itu dimasukan kembali pada kotak yang telah disediakan.

Tepat pukul 12:55 kesempatan para calon untuk memberikan hak suaranya, sama halnya dengan masyarakat yang memilih, mereka satu-persatu mengambil surat suara lalu di coblos dan dimasukan kotak, bersamaan dengan hal itu tepat pukul 13:00 pemilihan di tutup, tidak ada lagi warga yang dapat memilih.

Entah apa yang di tunggu para panitia, pemilihan sudah di tutup dari jam 13:00 tetapi persiapan penghitungan baru dimulai sekitar jam 17 dan baru mulai menghitung menjelang azan isya, apakah menunggu malam agar mistisnya semakin kuat?

Akhirnya satu demi satu surat hasil pencoblosan di hitung, berharap bada subuh dapat selesai, ternyata hal itu mustahil, bada subuh baru sekitar 2 kotak yang di hitung dan masih ada 4 kotak lagi yang belum di hitung, akhirnya dengan sangat menyesal saya izin untuk tidak masuk kerja.

Matahari sudah mulai terbit penghitungan terus berlanjut, sampai matahari tenggelam kembali sekitar pukul 22 penghitungan surat terakhir di umumkan yang berarti penghitungan telah selesai, disaat itu saya menjadi saksi pada penghitungan terakhir dan prediksi harus menyatakan jagoan kami telah gugur.

Selamat untuk pemenang semoga amanah ini dapat diemban sesuai dengan aturan yang ada, masyarakat miskin dapat tertolong dan terbantu, pengangguran bisa berangsur terselesaikan, berikan hak rakyat untuk rakyat. tidak ada hak rakyat untuk pemimpin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *