Kami Ada Untuk Mensejahterakan Masyarakat

Setelah kurang lebih 1 minggu pemilihan orang nomor 1 di Desa…. telah berlalu, perjuangan selama 8 bulan untuk mendapatkannya, harapan itu telah pupus, setelah penghitungan berakhir dan prediksi kami kalah, kami berbondong-bondong kembali ke posko pemenangan.

Kesedihan menghampiri semua team,  kami sampai di posko belum datang orang yang kami usung, orang yang kami harapkan menjadi perubah Desa kami, sampai kami duduk menikmati segelas air dan menikmati cemilan, barulah beliau datang dengan mengucap takbir, begitu kuatnya, begitu tegarnya meski prediksi kami kalah.

Satu persatu semua yang hadir diberikan sapaan sambil berjabat tangan dan memberikan pelukkan “terima kasih atas perjuangannya” pecah suasana, semua sedih dan tangis tidak terbendung.

Akhirnya satu persatu dari mulai Ketua Pemenangan, Sesepuh, Dewan (DPRD), Kyai dan Orang yang kami usung memberikan semangat dan motivasi “Kita kalah di mata masyarakat, tapi kita Insya Allah menang dimata Allah”

Jika saya berfikir dan orang yang kami usung naik atau menang, tidak akan banyak manfaatnya buat saya sendiri.

Saya yakin banyak orang yang ingin mendapatkan lebih dari apa yang mereka lakukan dari pemilihan ini, tapi tidak untuk saya tidak untuk team kami, kami mengusung selalu swadaya untuk mempersiapkan kebutuhan yang ada.

Ketika team yang lain sibuk menyiapkan Dana dan Barang untuk membeli suara masyarakat, tapi kami tidak. Kami tetap bersyukur mesti kami kalah, karena saya yakin jumlah pemilih calon yang kami usung sebanyak 4xxx kami tidak terkena money politik karena kami yakin usungan kami akan amanah, tapi itu hanya tinggal kenangan karena banyak orang yang tidak menyadari itu semua, tergiur dengan money politik.

Kami tetap bergerak untuk tetap berusaha mensejahterakan masyarakat dengan jalan dan pintu yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *