Seni Budaya Pencak Silat Mulai Berkembang di Bekasi

Saya belum lama berada di dalam kesenian pencak silat, yang mendasari saya berada didalamnya yaitu olahraga dan memperluas silahturahmi, hingga saat ini saya berada didalamnyapun ketika meragakan jurus masih ada rasa tidak percaya diri, karena memang saya salah satu orang baru yang terjun didalam kesenian tersebut.

Dulu, iya dulu saat saya belum mengikutinya, terkadang jika melihat silat identik dengan para jagoan, mandor yang sering ugal-ugalan di pangkalan pinggir jalan, pasar, ternyata tidak seperti itu, menurut saya silat itu berisi gerakan-gerakan jurus yang indah namun mempunya power yang dibungkus dengan seni.

Padepokan yang saat ini saya singgahi TTKDH yang baru seumur jagung, 25 November 2018 baru merayakan milad yang ke-1.

Dalam rapat pembentukan panitia dalam kegiata milad ini, saya di percayakan menjadi sekertaris, berharap dalam kegiatan ini padepokan kami bisa menghadirkan banyak tamu dari padepokan yang berada di bekasi, harapan itu sepertinya hanya harapan saja, jika melihat umur ini masih seumur jagung, tetapi tetap kami panitia berusaha untuk menjalankan rangkaian persiapan untuk terwujudnya acara kami.

Persiapan yang kami lakukan:

1. Rapat awal

Rapat ini dominan dengan menentukan struktur panitia dalam kegiatan, dan berbagai pembahasan yang masih simpang siur (belum jelas), setelah menentukan KWSB (Ketua, Wakil, Sekertaris dan Bendahara) mulai bergerak masing-masing tugasnya.

2. Sekertaris

Setelah penentuan panitia, sekertaris yang paling dicari-cari oleh ketua dan para panitia, karena awal dari kegiatan dibutuhkan dokumen (Proposal, Surat Izin, Undangan)

3. Dana

Dana ini yang paling menjadi pioneer karena berjalanya suatu kegiatan dilihat terlebih dahulu pendanaannya, maka yang perlu di percepat adalah proposal kegiatan untuk menghasilkan modal untuk acara

4. Proposal

Saya cukup sibuk dalam kegiatan karena saya juga pekerja, jika saya tunggu hari sabtu atau minggu untuk pembuatan proposal maka pendanaan akan terhambat, sedangkan jika saya kerjakan malam hari tempat foto copy untuk jilid sudah tutup, disini juga saya ada satu pengalaman, jika sering ikut organisasi dan di minta untuk jilid lihat kang foto copy dalam melakukan jilid, hal itu tidak terlalu sulit, untuk memudahkan maka saya lakukan beli bahan-bahan untuk jilid (Plastik Mika, Kertas Buffalo, Solasi Bahan, Katter, Staples dan Isi, Penggaris) selesai dan proposal sudah jadi danapun lebih terjangkau

5. Penyebaran Proposal

Setelah proposal telah selesai, maka selanjutnya sebar proposal kebeberapa orang atau perusahaan, proposal saya cukup laku rencana awal pembuatan proposal 15 saja, namun berjalannya waktu ada yang memintanya lagi, dengan begitu jilid dirumah lebih memudahkan pekerjaan karena jika ada penambahan tinggal jilid sendiri.

6. Pengumpulan dana

Mengingat acara ini ada rangkaian santunan yatim piatu anggaran yang harus terkumpul dalam +- 2 bulan Rp20.000.000,-

7. Sering melakukan pembahasan untuk acara milad Hal ini perlu dilakukan untum menjadikan salah satu persiapan

8. Rapat Final

Dalam rapat ini semua yang telah disusun dibahas kembali dan harus sudah siap untuk segala sesuatunya, jika terkendala maka perlu adanya opsi yang lain, dalam rapat ini dilakukan 4 hari sebelum acara, dan salah satu yang masih kurang adalah dana untuk santunan kurang lebih 2 Juta (jika menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita) kurang dari 1 jam Allah langsung tutup kekurang itu, banyak donatur yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya.

9. Acara

Kekhawatiran tamu undangan yang hadir tidak banyak, semua itu terganti dengan kebanggaan, peserta berkelompok berdatangan begitu banyak, begitu berkah untuk kami padepokan yang baru seumur jagung, dengan tamu yang datang cukup banyak rasa syukur itu yang dapat kami utarakan. Terus berkembang seni budaya pencak silat bekasi, kembangkan warisan nenek moyang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *