Dengan Segelas Kopi Ada Cerita

Beberapa minggu lalu saya menyempatkan menikmati segelas kopi bersama teman masa kecil, rumahnya masih 1 kampung bahkan RT yang sama, walau teman main masa kecil jika sudah ada kesibukan bekerja bahkan sudah mempunyai keluarga untuk kumpul bersama agak susah.

Jika saya pulang kerja terkadang bertemu dan hanya sekedar tegur sapa saja, beda dengan jaman ketika masa kecil, maen bola, mancing cari keong bahkan ngobak kami lakukan bersama, itu semua hanya beberapa kenangan masa kecil saja.

Dari segelas kopi dan sebatang rokok (Bagi mereka yang merokok) ada sebuah rangkaian cerita di parkiran bakso, kami membuat cerita itu di parkiran warung bakso yang tidak jauh dari rumah saya, banyak yang datang di warung bakso itu, katanya sih bakso dan mie ayamnya enak :), beberapa teman yang sedang bertugas memarkirkan kendaraan, kami tetap bercerita.

Cerita saat itu berkaitan dengan ekonomi, begitu sulit mencari pekerjaan, begitu sulit untuk memenuhi ekonomi, tapi saya merasa aneh juga, mereka tetap berusaha agar asap tetap keluar dari mulut dan hidung, padahal rupiah-rupiah itu jika di tabung bisa membantu untuk ekonominya.

Saat ini mereka ada yang bekerja menjadi pekerja borongan di PT, yang kadang-kadang kalau ada kerjaan baru bekerja, kalau pun ada harus di luar kota yang harus berhari-hari bahkan berbulan-bulan, ada juga mereka yang bekerja di sebuah PT yang bayarannya harian, mungkin nilainya jika mereka mengeluh akan kurang atau tidak cukup,

Itu berbagai macam cerita mereka, sesekali mereka bangun untuk parkir kendaraan dan mendapatkan beberapa rupiah, terkadang seseorang jika ke suatu tempat saat mengeluarkan 2.000,- merasa sayang, karena berapa rupiahpun yang keluar tetap saja pengeluaran, bahkan jika kita naik motor berboncengan, agar tidak terkena parkir yang satu nungguin di motor, tetapi jika memang yang jaga parkiran, rupiah yang mereka dapat adalah mata pencarian keluarkanlah walau 2.000 🙂

Disamping mereka asik memarkirkan sesekali disambung kembali cerita mereka, saat ini saya yang iseng bertanya, sekarang kerja dimana? masih ditempat yang lama? dia sambung dengan jawaban, udah pindah di tempat baru tapi bayar sekian juta, ini jaman now, mencari pekerjaan untuk mendapatkan rupiah tetapi harus mengeluarkan rupiah.

Masih masalah pekerjaan, teman disalah satu oraganisasi, setelah acara inti organisasi selesai terkadang kami cerita yang sama masalah pekerjaan, masalah ekonomi, masalah asap dapur masih ngebul atau tidak, teman-teman yang saat ini sudah menjadi karyawan di PT, dulu untuk menjadi kartap tidak terlalu sulit namun tidak untuk saat ini, namun sebelum menjadi pekerja dan belum mempunyai kesempatan menjadi kartap, mereka mencari peluang yang lain ada yang menjadi tukang ojek pangkalan untuk memenuhi kebutuhan hidup,

Perlu sesekali besosialisasi melihat ada apa di sekeliling kita, untuk mendapatkan pengalaman hidup orang-orang lain untuk menjadikan hidup kita lebih baik lagi. Uang itu tidak bisa di bawa mati tetapi uang bisa di bawa beramal yang nantinya akan menjadi pahala yang akan dibawa mati, jadi carilah uang yang jadi pahala yang akan menolong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *