Mengapa Harus Dipanggil Tes Kerja?

Bekerja adalah salah satu cita-cita bagi orang yang ingin menghasilkan rupiah, apakah cita-cita itu hanya untuk para lulusan SMK atau D3, S1 dsb? lulusan SMP atau bahkan yang tidak sekolahpun akan berharap mendapatkan rupiah dari pekerjaan yang mereka akan dapatkan.

Seseorang yang sedang mencari pekerjaan akan bekerja keras membuat berlembar-lembar surat lamaran. Dulu, kalau saya buat lamaran, dari ujung kertas sampai ujung kertas halaman berikutnya harus ditulis manual, pakai pingsil dahulu biar ada garis pembatasnya biar rapih, setelah itu baru di tulis data diri dan sebagainya, untuk saat ini mereka bisa beli formatnya lalu di print, setelah lamaran selesai mereka mengirim lamaran via jasa kurir, kalau saat ini mereka bisa apply di penyedia jasa lowongan pekerjaan, dan akhirnya jika mereka beruntung akan dipanggil untuk memasuki berbagai tes, dengan peserta ratusan bahkan lebih dan yang di butuhkan hanya beberapa orang saja, belum juga mereka bersaing dengan yang berjuang menggunakan rupiah.

Dulu saya sempat berfikir kenapa di butuhkan sedikit tapi yang di panggil harus banyak?
Apakah dari semua lamaran yang masuk dalam HRD perusahaan tersebut semua bagus dan sesuai?
Jika difikir kembali mereka bisa diskualifikasi dari lamaran yang telah masuk, perusahaan punya standar dari calon karyawan yang mau di hire, jika memang tidak masuk kualifikasi ya tidak usah di panggil.

Saat ini kalau mereka melamar menggunakan jasa penyedia lowongan pekerjaan mungkin bisa puluhan bahkan ratusan lamaran yang di apply, tapi terkadang mereka asal apply saja yang penting mereka melamar tanpa membaca syarat-syaratnya.

Beberapa minggu ini ditempat saya bekerja sedang membuka penerimaan karyawan baru, berbagai macam lamaran masuk, dulu kalau ada lowongan salah satu syaratnya adalah foto terbaru, mereka harus foto kembali dan cetak kembali dengan mengeluarkan rupiah, sekarang kalau apply di penyedia lowongan pekerjaan lebih mudah cekrek jadi langsung upload, jika saya lihat ada beberapa pelamar asal foto, asal ada wajah tidak memikirkan backgroundnya, posenya apa adanya, kalau kata anak jaman now posenya alay.

Mungkin jika melamar menggunaka jasa penyedia lowongan kerja online bisa disesuaikan dari mulai foto, data diripun isi selengkap mungkin, sebelum melihat sertifikat atau dokumen-dokumen tampilan depan yang akan di cek, jadi kemungkinan saja anda mempunyai kemampuan yang hebat namun anda gagal melakukan tes karena foto dan data diri anda tidak lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *