Bulan Agustus di Kota Tegal

Kota tegal menjadi perjalanan kami di agustus 2019 tepatnya tanggal 16 dan 17, perjalanan kali ini kami menggunakan kereta sebagai alat transportasi kami, kami awali di stasiun Bekasi dan berakhir di stasiun Tegal, perjalanan menempuh +- 4 jam.

Pada perjalanan keberangkatan kali ini tidak begitu baik, sebelum sampai stasiun kami menggunakan transportasi online dari rumah ke stasiun Bekasi, perjalanan yang tidak terlalu jauh LK 30 menit, perjalanan saat itu cukup lancar bisa di bilang tidak ada macet, cara mengemudinya cukup baik namun cara menghentikan kendaraannya atau cara menggunakan Remnya kurang sesuai, saat mengerem driver ini begitu dekat jaraknya dengan objek didepan (motor, mobil, polisi tidur dll), mungkin untuk sebagian orang atau driver tersebut tidak masalah tapi tidak untuk isteri dan anak saya, sehingga sampai ST Bekasi dan perjalanan sampai ST Tegal membuat mabuk (mual dan pusing).

Di kota Tegal ini saya menghadiri acara pernikahan saudara dari mertua, pada tgl 16 adalah acara Ijab Qobulnya yang di lakukan di masjid, ada sedikit perbedaan dengan acara di Bekasi, Ijab Qobul tersebut menggunakan bahasa arab, mungkin itu hal biasa dilakukan karena di tempat kerja saya, sebut saja AI sering melantunkan Qobiltu…… sebagai persiapan nanti? pernikahan di masjid pun kerap dilakukan di daerah saya, berbondong-bondong mereka yang ingin menyaksikan kalimat sakral yang akan di ucapkan oleh calon pengantin pria, termasuk saya dan keluarga pun terbawa kebiasaan di Bekasi, ingin menyaksikan, ingin melihat, langkah demi langkah kami berjalan namun dalam perjalana tidak ada satu wanita pun yang mengiringi atau hadir untuk menyaksikan dan sampai di masjid memang tidak ada wanita yang hadir hingga acara selesai, dimasjid hanya ada para laki-laki saja.

Dihari ke 2 pada tanggal 17 Agustus 2019 kegiatan resepsi atau acara rame-ramenya, acara saat ini saya dan isteri kabur-kaburan cari tempat yang tidak ramai, sepertinya untuk acara ini tidak ada yang berbeda, jadi saya coba cari tempat yang sedikit berbeda, saya tertarik dengan 1 tempat kecil yang sepertinya lumayan buat selonjoran.

Kedai kecil yang terdapat beberapa meja, yang bisa digunakan satu meja untuk 2 atau 3 orang, kedai ini menyediakan menu susu sapi dan kambing yang disediakan berbagai macam menu, jika di lihat di sekitar meja tempat ini diminati oleh anak-anak karena di pagi menjelang siang itu ada beberapa anak-anak sekolah yang sedang asik menikmati segelas susu dengan fokus pada handphone nya.

Mungkin anak-anak tersebut menikmati tempatnya atau mungkin fasilitas hotspot, tapi untuk minuman susunya sepertinya mereka tidak menikmati, karena biar gelasnya sudah kosong mereka tetap santai dengan handphone di tangannya, untuk zaman saat ini handphone sudah menjadi barang biasa, sedangkan dulu saat saya SD bahkan SMP pegang HP jangankan yang bisa game bisa dimainkan berbarengan pegang HP yang tidak ada cameranya saja sudah terlihat keren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *