Lebaran 1441 H Sangat Berbeda

Lebaran menjadi hari yang ditunggu selepas berjuang selama 1 bulan penuh,  mereka bahagia karena telah berjuang menahan hawa nafsu, namun pada kenyataannya, mereka yang asik memegang gelas berisikan air di siang hari tanpa adanya uzur saat bulan ramadhan, ikut bahagia juga untuk merayakannya, mereka seakan penonton di pinggir lapangan ketika team yang mereka dukung diakhir pertandingan menang dan mereka bersorak senang, hanya sebatas senang tanpa ada penghargaan yang di bawa, semoga ramadhan tahun yang akan datang jauh semakin baik lagi.

Jumat 22 Mei 2020 suara takbir mulai berkumandang saat masuk waktu asar, karena pada hari Sabtu 23 Mei 2020 sudah memasuki 1 Sawal setelah ditetapkan oleh MUI pada hari Kamis 21 Mei 2020.

Idul Fitri tahun ini sangat berbeda, ditengah wabah virus Corona para pengurus Masjid yang biasa mengadakan solat idul fitri pasti harus mengambil keputusan yang cukup matang, jika harus mengadakan sholat Idul Fitri, di masjid tidak jauh dari rumah saya akhirnya memutuskan untuk tetap mengadakan namun dengan protokol standar Covid.

Selepas sholat subuh saya yakinkan diri saya sehat, tidak panas, tidak flu, tidak batuk dan tidak ada kondisi tubuh yang kurang sehat, insya allah kantong pun sehat, THR dan Gaji sudah berada di rekening 😀, saya berangkat ke masjid bersama Bapak, Istri dan anak tetap berada di rumah, karena salah satu syarat di masjid tempat saya sholat, anak-anak tidak boleh untuk melaksanakan sholat idul fitri, jadi istri di rumah untuk menjaga anak, perjalan kurang lebih 2 menit di tempuh dengan berjalan kaki, perjalanan terasa sepi seakan bukan waktunya sholat Idul Fitri, sesampainya di masjid beberapa petugas sudah berada di pintu masuk halaman Masjid dan sudah siap alat pengukur suhu, hand sanitizer, masker, sabun dan air.

Rangkaian sebelum sholat tidak seperti biasanya, biasanya sekitar 15-30 menit akan ada informasi jamaah yang memberikan infaq, hari itu di tiadakan, pengurus masjid pun sudah menyiapkan plastik besar untuk jamaah yang ingin menyumbang, jadi tidak ada lagi kotak amal atau petugas untuk memutarkan kotak amal.

Sholat dilaksanakan begitu khusyuk dan khotbah Idul Fitri dilaksanakan sesingkat mungkin namun tetap memperhatikan Rukunnya.

Lebaran identik dengan berjabat tangan dan mengucap kata maaf, namun saat Corona, semua terasa berbeda, sebelum pelaksanaan sholat pengurus sudah menyampaikan tidak ada bermusafahah atau bersalam-salaman dan di pertegas kembali oleh khotib diakhir khutbah untuk tidak bermusafahah, selesai sholat, selesai begitu saja, para jama’ah pun mengikuti nya.

Sesampainya di rumah selepas sholat, semakin terasa berbeda Idul Fitri tahun ini, tidak ada lagi tangan lembut yang penuh kasih sayang selama 29 tahun menemani kehidupan ini, tidak ada lagi sosok wanita hebat yang duduk di ruang tamu menunggu anaknya mencium tangannya, mencium pipinya, Ibu yang akhir tahun 2019 telah pergi untuk selama-lamanya, semoga Ibunda kami mendapatkan nikmat di dalam kuburnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *