Ziarah Kubur

Ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan menjadi rutinitas untuk saya dan keluarga, namun ditengah wabah Covid-19 suasana ziarah sangat berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tidak seramai tahun sebelumnya, saat ziarah kubur masker dan hand sanitizer menjadi kebutuhan yang harus disiapkan, karena sudah menjadi kewajiban disaat wabah Corona, mungkin di sebagian kober atau pemakaman untuk kegiatan ziarah kubur sudah tidak di perbolehkan karena sudah di terapkan PSBB.

 

Ramadhan tahun ini adalah pertamakali nya kami tanpa sosok Ibu, Desember 2019 Ibu telah di panggil kembali di sisi Allah, menjelang Ramadhan tahun 2020 saya ziarah sebanyak 2 kali, di sana aktivitas nya sama membaca yasin, tahlil dan ditutup dengan doa dan menaburkan bunga di atas makam Ibunda dan keluarga.

Ziarah pertama saya dengan istri dan anak dan yang kedua saya dengan Bapak dan Kakak, saat ziarah bersama istri, pertama kali istri ziarah setelah wafat nya Ibunda, pertama kali berada di hadapan papan yang bertulisan nama almarhumah,  saat itu saya yang memimpin pembacaan yasin, raut kesedihan di wajah istri terlihat saat pembacaan yasin sudah dimulai.

Sempat terpikirkan saat ziarah saat itu, jika yang sedih mungkin bukan kita saja, tapi ratusan bahkan ribuan orang yang saat ini telah di tinggal keluarga nya kembali kepada Allah, yang saat ini telah di kuburkan di pemakaman ini, pasti akan bersedih, tapi saat ini bukan kesedihan yang di perlukan almarhum/almarhumah, mungkin saja Orang tua kita Saudara kita di alam sana sedang Allah berikan siksaan, terhimpit dengan tanah, dipukul dan siksa kubur lainnya, karena manusia di ikuti dengan amal baik dan amal buruk, beruntunglah mereka yang memiliki banyak amal baiknya.

Jika saya tau almarhum/ah memiliki banyak amal baik, mungkin saja kita tidak perlu banyak berdoa untuk almarhum/ah, namun semua itu hanya Allah yang tau akan amal manusia. Doa yang saat ini yang dibutuhkan Almarhum/ah, kesedihan pun tidak ada salahnya, manusiawi di tinggalkan orang tercinta untuk suatu kesedihan, namun tidak berlebihan.

Terlepas semua ini kita yang di tinggalkan, mungkin saja nanti kita yang akan meninggalkan namun apakah kita pun sudah menyiapkan anak yang soleh atau soleha yang kelak akan mendoakan kita.

Menjelang akhir Ramadhan tahun 2020, saya mengikuti kegiatan sholat tarawih dengan komunitas dan jumlah jamaah beberapa orang saja, karena saat ini tidak dapat melakukan sholat dengan banyak orang, mencegah kemungkinan untuk terpaparnya virus yang sedang dialami Dunia, salah satu isi ceramah dalam sholat tarawih tersebut yang dapat saya ambil adalah, pada bulan Ramadhan Ruh almarum/ah kembali kerumah, menunggu bekal dari keluarganya, bekal Doa untuk mereka yang telah meninggal, beruntunglah bagi mereka yang keluarganya tidak lupa dalam sholatnya selalu berdoa untuk almarhum/ah, mereka (Ruh) akan kembali lagi ke alam kubur saat suara takbir berkumandang ada yang membawa amal sedikit dan ada yang membawa amal yang banyak. Semoga menjelang akhir Ramadhan kita selalu ingat untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal, sehingga keluarga kita akan terlepas dari siksa kubur dan mendapatkan tempat yang layak di Syurganya Allah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *