Nonaktifkan Kartu BPJS Kesehatan

BPJS kesehatan menjadi kewajiban untuk masyarakat Indonesia, wajib untuk membayar Iuran setiap bulannya, semoga saja tidak wajib untuk digunakan setiap bulannya.

Ketika kita sudah mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Kesehatan maka 1 kali daftar untuk seumur hidup. Iuran BPJS Kesehatan akan terus berjalan, jika anda tidak membayar bulan ini maka anda menunggak dan harus membayar di bulan selanjutnya, hal yang serupa juga dengan bulan-bulan selanjutnya.

Jika hal tersebut sudah terjadi jalan satu-satunya ikuti peraturan tersebut, jika memang tidak ingin membayar ikuti juga peraturan pemerintah yaitu dengan mengunakan PBI JKN-KIS APBD.

BPJS kesehatan itu bisa di nonaktifkan dan akan bebas dari tunggakan-tunggakan yang ada, dengan cara menunjukan surat keterangan kematian.

Hari Rabu 5 Februari 2020 saya ke kantor BPJS kesehatan untuk pengurusan penonaktifan, kurang lebih pukul 11:30 menjelang istirahat kerja, saya melaju ke kantor BPJS Kesehatan yang beralamat Jl Veteran No.62 kel. Margajaya Kec bekasi, sesampainnya disana saya standarkan motor saya di samping kantor BPJS Kesehatan di tempat penitipan motor.

Sampai disana sudah banyak orang, ada yang duduk didalam depan security, ada yang sedang mengisi formulir, ada yang sedang mengantri mengambil nomor, ada yang sedang mengantri di panggil nomor antriannya, saya baru datang cukup bingung mau kemana? saya baca alur gambar masih belum mengerti, akhirnya saya harus bertanya security dan ngantri juga, tiba giliran saya bertanya dengan security “saya ingin menonaktifkan BPJS karena meninggal” silakan mengantri untuk ambil formulir, mungkin saja di sana ada tulisan seperti yang disamapaikan security tapi saya tidak membacanya atau tidak melihatnya, namun jiga belum ada seharusnya ada tulisan besar dengan keterangan antri terlebih dahulu untuk mengambil formulir dan nomor, petugas informasinya gabung dengan mengantri pengambilan formulir, jadi cukup sulit untuk bertanyanya.

Setelah saya mengantri dan sudah mendapatkan formulir, saya kembali antri untuk mengambil nomor, tidak terlalu panjang antriannya tapi tetap mengantri “Budayakan selalu mengantri” di cek formulirnya dan di cetak oleh petugas nomor antrian saya yaitu B369, cukup panjang antriannya, waktu saat itu masih sekitar jam 12, masih 171 antrian lagi, saya tinggal buat sholat zuhur dan makan siang, setelah melaksanakan sholat dan makan siang saya kembali lagi ke kantor BPJS dan saya cek antrian bergeraknya tidak terlalu jauh, akhirnya saya memutuskan kembali ke tempat kerja saya, sebelum kembali saya ambil nomor lagi untuk jaga-jaga jika nomor pertama saya terlewat.

Sekitar jam 4:30 saya kembali ke kantor BPJS dan cek antrian sudah dekat, masih harus mengantri sekitar 30 nomor lagi, untuk saat itu saya menunggu diruang atas, jika nomor antrian masih jauh kita tidak bisa naik ke lantai atas, karena antrian diatas masih banyak yang menunggu.

Setelah nomor anda dipanggil, anda akan dimintakan persyaratan yang dibutuhkan, yang sebelumnya sudah di informasikan saat saya mengambil formulir, syarat diantaranya untuk menonaktifkan kartu BPJS Kesehatan:

1. Kartu BPJS Asli
Jika tidak ada, bisa bawa salah satu kartu yang ada dalam 1 KK atau mungkin bisa tunjukan kartu yang berada di mobile JKN itu juga asli 🙂
2. FC KK
3. FC KTP
4. Surat keterangan kematian
5. Formulir yang telah di isi

Itulah persyaratan yang perlu di siapkan, jadi siapkan sebelum anda berangkat.
Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat, jika ingin mendapatkan nomor antrian yang cepat, mungkin datang setelah sholat subuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *