Berencana dan Berdoa

Beberapa tahun yang lalu saya mengajukan pinjaman untuk mengembangkan usaha kakak saya, pinjaman ini saya ajukan kepada Boss di perusahaan saya bekerja, pinjaman yang kami ajukan di setujui, pinjaman ini kami alokasikan yang utama untuk memperluas tempat usaha.

Usaha warung Bakso kami cukup banyak peminatnya, sebelum kami mengajukan pinjaman pelanggan kami cukup banyak, meja dan bangku yang kami sediakan bisa menampung kurang lebih 30 orang di waktu bersamaan, di waktu-waktu tertentu seperti hari Jum’at, Sabtu dan Minggu banyak yang tidak mendapat tempat dan di tambah ruang parkir yang tidak ada, dalam memperluas tempat akhirnya dapat menampung pelanggan tersebut dan bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam usaha apapun tidak dapat di prediksi harus maju dan sukses terus, menjadi harapan dan cita-cita dalam doa itu suatu hal yang harus dilakukan, namun dalam kenyataanya kitapun harus menyadarinya kalau dalam perjalannya kurang suksespun selalu berjalan beriringan, jadi harus di persiapkan hal itupun.

Pada dasarnya kita hanya membuat rencana saja dan berusaha untuk menjalankan rencana itu, namun kitapun harus menyadari rencana itu tidak bisa semuanya berakhir sesuai dengan harapan kita, karena pemilik hasil rencana terbaik itu sudah menggariskan takdir kita, berdoa menjadi keharusan untuk berharap menjadi takdir yang baik.

Rencana kami pun tidak semuanya di dalam rencana, beberapa bulan setelah kami melakukan pinjaman, keadaan usaha kami mulai goyang dengan peminatnya yang berkurang, lalu beberapa bulan kemudian orang tua (Ibu) jatuh sakit seseorang yang selalu support dalam berjalannya usaha tersebut dan akhirnya Allah mengambil haknya kembali untuk kembali kepangkuannya.

Rencana awal dari pendapatan warung bakso akan di alokasikan untuk pembayaran cicilan, semua itu harus berubah karena beberapa bulan kedepan pendapatan mulai tidak sesuai harapan, ditambah Covid-19 belum kunjung pergi yang membuat usaha di semua sektor terganggu, yang seharusnya saya tidak melakukan angsuran tersebut saya harus ikut mengangsur namun itu bukan menjadi keterpaksaan

Sebelum wafatnya Ibu ada satu pesan yang di harapkan, Ibu saya berharap saya memiliki rumah, disamping itu menjadi harapan Ibu, alokasi dana untuk memperluas usaha tersebut memang harus meniadakan 1 kamar tidur dan 1 ruang tamu, kamar yang di gusur itu kamar saya, jadi dana itu di alokasikan juga untuk mengganti kamar tersebut dengan membangun rumah yang tidak jauh dari tempat usaha dan rumah tersebut untuk Saya dan keluarga bersama Orang Tua, jadi pun jika saya harus ikut mengangsur anggap saja sebagai angsuran rumah, itu rencana di luar rencana yang kami susun, namun itu rencana Allah yang menjadi jalan yang harus kami tempuh.

Memiliki rumah sendiri dengan sedikit ruang kosong didepan sebagai taman, menjadi cita-cita saya entah beberapa tahun yang lalu sempat saya tulis, tulisan itu hilang dimakan waktu namun masih terbungkus rapih dalam Doa yang telah di panjatkan, mungkin juga itu doa yang di kabul setelah sekian tahun.

Beberapa Team Excellent (Teman kerja) pernah singgah di rumah itu, saat menikmati makan Bakso karena warung Bakso sudah tidak menampung pengunjung, namun sayapun sepertinya masih enggan menyebutkan rumah itu milik saya :).

Rumah ini menjadi salah satu alokasi tabungan saya setiap bulannya, jika saya harus cek tabungan atau saham bisa jada tidak sebesar yang lain, namun harus tetap di syukuri karena jika saya menabung dalam bentuk uang untuk membeli rumah bisa jadi tidak akan terealisasikan karena nilai rumah akan bertambah terus menerus.

di pertengahan Januari 2021 kami pun harus memangkas kembali tabungan, karena harus ada penambahan pagar rumah dibagian depan, saat ini jika team Excellent main kembali akan ada penampakan lain.

Jika bagi wirausaha yang harus terpaksa meminjam uang, sebisa mungkin untuk cari yang tidak berbunga, karena tidak sedikit usaha harus gulung tikar karena bunga dan harus selalu diingat usaha kita kedepan hanya baru sebatas harapan saja, harapan untuk sukses.

Terima kasih pak Boss atas pinjaman tak berbunga karena meringankan kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *